Saturday, April 14, 2007
Expectancy
One of my English course assignments required me to write an essay in which I were obliged to describe my problem solving approach.
I started the essay by defining what a problem appears to me; a lack of coherence between my expectancy and the reality I’m facing.
Hence I stated my problem solving method is to find a way providing my expectation goes along with the reality.
And since I don’t comprise such power to change the facts, I have to re-adjust my expectation.
And...these recent weeks truly teach me the how and the why :)
Being a utopian, I often wear myself out keeping up with my standards.
Oh yes.
And it generates even more issues since sometimes I demand similar qualities from my acquaintances, whether I realize it or not.
I personally think that this could be a fundamental issue in most relationships, let alone love ;).
*cough cough*
Ahem, the expectations matter, not my being utopian.
Each status bears its own expectation.
And for me, it can be quite irritating to find out that certain people just can’t keep up with my bars.
Anyhooo, back to the why and the how.
This week teaches me that it isn’t such a fallacy to have certain expectations, but I have to bear in mind that there is also a chance that I might encounter the unexpected.
…
Hmm..
Does anyone still keep in mind the lesson taught in the childhood?
About sincerity in helping others and not expecting rewards.
Well, it can be a good example in this context.
I don’t realize that most times I expect people to do me the same favor as what I did for them.
I used to think that to hold some expectancy is inappropriate.
But now I don’t perceive it wrong at all; we're bound to have some expectancy.
All I have to do is to note that there is a great chance that my acquaintance would act in contrary and unexpected way.
..... Or maybe, some people just can't be relied on?...I don’t perceive what I do as lowering my bars.
The sole reason why I raise this idea is to gain some peace in mind.
I assume it’s neither the hope nor the expectation that let one down… it’s simply the incapability of comprehending the unexpected reality.
And I think it requires great amounts of modesty, acceptance instead of ignorance, and gratitude.
Eurgh. Easier said than done.
Oh well, everything's bound to be like that.
And I stated in my essay; sometimes things turn out to be way beyond our expectancy.
Whether it's good or bad, it's hard to tell.
But I keep this close to my heart: it's not over until it's good.
***I’m officially addicted to Animal Planet The Jeff Corwin Experience!
Hahaha… this guy really cracks me up..
He occupies a really great sense of humor… he appears with various silly acts in every single show!
*lol*
"I am a married man! I demand some respects!! I deserve respects!"
-> when the sunshine bear vigorously licked him on the face
"see the Black Caiman?? see? okay.. we're getting close here.. ooh, oh, he submerges! theeerre.. he goes...and why is that? that's because I didn't shut up.. ok.. I learn my lesson.. Note to myself, no talking when searching Caiman. Just looking, no talking. grrh.. it's getting personal." and he splashed into the river... *lol*
Actually I know this programme for quite a while, but just lately I put ‘
watching Jeff’ into my routine.
And I miss the episode when he visits Indonesia and dances Bali dance… argh!
Shoot.
But !
What I like the most from Jeff Corwin is his passion towards his chosen profession..
You can see this spark of joy in his eyes –literally- when he encounters some amazing creatures.
Enthusiasm and passion, can’t say enough about those gorgeous traits.
*praise them*The Jeff Corwin Experience; daily, 6pm and 12.00 sharp.
Only on Animal Planet.
- Out -
Labels: contemplation, review
|
Thursday, March 22, 2007
Tanya
....
lagi ingin apa ya...
hmmm .. banyak!
saya ingin jadi orang yang lebih penyabar dan punya hati yang lapang
supaya saya bisa tenang menunggu doa-doa saya yang superbanyak itu terjawab
supaya saya lebih bisa menghargai waktu
supaya saya tidak berjutek-jutek ria hanya karena saya kurang tidur, lemes, pusing dan mengantuk sekali...
- atau mungkin saya hanya harus belajar that some things just aren't meant to be?
dan harus belajar menahan diri ya?
saya ingin waktu yang lebih banyak
agar waktu saya tidak habis untuk kuliah dan les dan berpikir saja
agar waktu teman saya ingin bercerita, saya tidak harus bilang
'maap ya, gwe lagi sibuk.. tulis imel aja.. pasti ntar gwe baca kok.. ok??'*hai kamu yang di Mangga Besar dan di Osaka.. maap sekali... *agar waktu mama saya minta dibukain imel, saya ga bilang
'ntar lagi, lagi ngerjain tugas kuliah'agar waktu rame-rame chatting, saya tidak usah sambil mengetik notulen atau diktat..
agar saya bisa mendengar cerita dari sahabat terbaik di belahan dunia sana
- atau mungkin saya hanya harus belajar membagi waktu kali ya?
saya ingin...
saya ingin tidak usah terlalu memikirkan segala sesuatunya!
pusing...
saya ingin tidak usah mematok ekspektasi-ekspektasi terhadap orang-orang di sekitar saya
-atau mungkin saya hanya harus belajar untuk lebih nrima keadaan ya?
saya ingin jadi pintar
tahu kapan harus
let go dan kapan harus
hold on tighttahu kapan harus diam dan kapan harus buka mulut
tahu kapan harus dengerin orang dan kapan harus ikutin kata hati yang aneh
-atau mungkin saya hanya harus belajar bertaruh?
aduh, saya kenapa sih?
ribet kok ya dicari sendiri...
sigh.
kemaren di kelas management, yang ngajar Denanda J. Tumbelaka, drg. (lagi)
dulu dia masuk list top5 dosen saya di semester 2..
alamat masuk list top5 dosen saya di semester 4 nih..
*nantikan list-nya setelah UTS!*sip.
saya suka sama cara ngajarnya...
tapi yang paling saya suka kemaren, saat dia nanya ke kelas..
'tujuan kamu hidup apa?'-cihuuuy, mantep nanya nya-
banyak yang jawab
'jadi dokter gigi''sukses''banyak duit''hidup bahagia''sukses dan bikin ortu happy'-- saya ga ditunjuk, dan saya tidak tunjuk tangan
tapi, seperti biasa, saya fetish dengan pertanyaan-pertanyaan kayak gini...
saya berpikir
kalo aja saya ditanya begitu, saya akan jawab
'saya pengen menjawab semua pertanyaan idup... misalnya, cinta itu apa, hardwork itu apa, loyalty itu apa... apa itu friendship? agama itu apa? Tuhan itu bagaimana? and so forth and so forth and so forthhh...'saya pengen ada suatu saat di mana saya bisa menjawab semua itu,
jadi kalo ada orang nanya sama saya, saya bisa mendefinisikan dan menjelaskan...
mungkin semacem kamus pribadi kali ya?
kesannya kalo saya belom bisa jawab itu... yah...
bisa dibilang saya belom belajar banyak dari idup ini...
I view life as a quest answering relentless questions
dan sedihnya, beberapa minggu belakangan ini kayaknya saya cape bertanya-tanya sendiri
mo nanya ke orang lain juga bingung deh
ada yang suka baca profile orang-orang di fs ga?
baca dan menanggapi gitu.
bukan menanggapi dengan kasih testi or komen ga jelas...
tapi ya... dipikirin dikit gitu.. hahaha
saya suka mem-browse profile orang-orang kalo saya lagi ga ada kerjaan
sekedar liat-liat ato cari gosip
*bener deh, dari yang lagi broken heart, baru jadi, dilema, semua nya ada di fs.. haha*saya suka sekali dengan kalimat-kalimat ini...
dari beberapa fs kenalan saya yang berbeda.. ada yang tau dari siapa?
go figure!
'who I want to meet?Tuhan... pengen nanya banyak hal tentang kehidupan''who I want to meet?... someone who doesn't try so hard to understand me, because I'm not easy to be understood'- haha, betul banget
saya suka kagum kalo ada orang yang bener-bener berusaha keras mengerti saya
wong saya sendiri aja susah ngertiin diri saya, padahal saya udah idup 19 taon sama kepala ini
another one..
'about me:.... suka tidak jelas, tetapi selalu membutuhkan kejelasan...'apa cuma saya yang suka aneh sendiri dan menanggapi kalimat-kalimat di atas ya?
-yes, another tindakan tidak sayang hati dan otak!dan saya menulis ini di profile fs saya
'who I want to meet:ones whom are willing to try to find the As whilst I provide the Qs like, almost relentlessly :) 'hey peeps..
I really mean it
- Out -
Labels: contemplation
|
Saturday, March 10, 2007
Duh.
oke. lupakan postingan berbahasa inggris sejenak
mungkin nanti kalau saya sudah dapet mut yang bagus, saya akan mulai berceloteh dalam bahasa inggris yang baik dan benar.
yang pasti, itu tidak sekarang!
urus mengurus krs sampe kurus udah lewat kemaren...
yayaya, ajang bikin spaneng tingkat tinggi itu memang tidak bisa dihindari tiap semester
*HUH!*liat deh, saat orang-orang berada under great pressure
they can be pretty amazing..
(baca: dari yang tetep kalem, jadi geblek, nangis, sampe nyebelin)
.... saya mau menge-post topik apa sih.. kok jadi melenceng?
...
.... ummmmmm...
srupuuttt...
*nyedot yoghurt.. enakkkk...*nothing special sih ya
cuma beberapa pikiran melayang-layang di awang-awang depan mata saya
ah, kapan sih saya tidak ngomong
'lagi banyak pikiran' ??
dua teman terbaik saya tadi malam bilang,
mereka tidak suka kalau saya terlalu memikirkan segala sesuatunya,
terlalu dibawa ke ati gitu loh.
apa tuh kata si nenek?
[ag.N.es] : born 2 shine* says:
lo tuh anaknya terlalu mikir
apa2 dipikirin, sampe hal2 kecil yang ga penting dapet jatah di otak n ati lo.jadi pilah2 lah.. biar lo juga ga gampang pusing2 ato mikir yang aneh2...idup jadi lebih ringan dan hepi :)iya juga..
kayaknya terlalu ngribetin hal-hal yang remehtemeh...
ga sayang otak dan hati... dijejelin pikiran mulu
lah.. baru ngomong gitu, sekarang aja udah dipikirin lagi...
duh. duh duh.
ah iya.. ngomong2 soal terlalu mikirin...
saya baru sadar..
selama ini saya suka sekali mendefinisikan dan mengkategorikan segala sesuatunya
misalnya ya.. yang dibilang temen baek tuh si A, si B, si C..
kalo si D mah, cuma temen hang-out...
kalo si E mah, cuma hi-bye friend...
si F, gebetan..
si G, pemandangan.. hahahah!
yah, kayaknya sekarang sangat ingin mengurangi kebiasaan mengkategorikan dan mendefinisikan itu deh
biar aja begitu.. ga ada sebutannya...
asal seneng, ya, jalanin aja
mau sebutannya bestfriend lah,
dianggep cici lah, udah kayak adek sendiri lah, temen curhat..
apa aja deh...
ada yang tau buku
Brand New Friend karangan Michael Entah-siapa-saya-lupa ?
bukunya lagi dipinjem, jadi ga bisa liat nama pengarangnya...
saya suka sekali kata-kata prolog nya
in indonesian, intinya,
eskimo punya 50 kata untuk mendeskripsikan salju
salju yang besar, kasar, salju yang turunnya lambat atau cepat, salju yang halus, salju dengan badai... etc etc etc.
sebegitu pentingnya salju untuk hidup mereka, mereka mempunyai kosakata yang cukup untuk menggambarkan masing-masing salju.
tapi kenapa kita hanya punya satu kata buat cinta?
makanya, orang suka bingung dan rancu di situ...
yang paling sering deh, berteman dekat dengan opposite sex... katanya cinta
(yaya, buku itu tentang 2 orang ce-co yang bersahabat gitu)
padahal kan, mungkin aja what's in between is more than just a mere friendship
tapi ya, bukan cinta yang sampe mo merit gitu..
...
mungkin aja memang kita ga punya kosakata untuk mendeskripsikan hal-hal tertentu
betul? betuuullll...
kata buku itu lagi..
'we indeed only have one word for love,but what a word it is..'...
kayaknya lexicographers (ga tau bahasa indonya)
musti bekerja lebih keras lagi buat mendevelop and discover new vocabs..
and this is where it becomes their problem
instead of ours..
let alone mine.
-Out-
Labels: contemplation
|